Baju Baju DKI Jakarta yang Masih Terus Lestari

Baju Baju DKI Jakarta yang Masih Terus Lestari

Meski zaman sudah serba modern, namun pakaian kaos polos bali adat DKI Jakarta masih terus lestari sampai kini, lho!

Terbukti dengan makin banyak masyarakat yang menggemari pakaian adat Jakarta.

Sering dikenakan ke acara pernikahan, acara kantor maupun event perayaan lainnya.

Macam Baju Baju DKI Jakarta

Baju adat DKI Jakarta didominasi oleh busana tradisional Betawi, suku yang menjadi ikon kebudayaan Jakarta.

Selain itu, dari busana-busana adat hal yang demikian mempunyai sentuhan Tionghoa, India dan Arab.

Bagi Genggss yang penasaran tentang jenis pakaian adat DKI Jakarta, mari simak ulasannya!

1. Kebaya Encim

Kebaya encim atau kebaya kerancang merupakan pakaian adat DKI Jakarta untuk perempuan.

Kebaya khas Betawi ini banyak digemari oleh perempuan dewasa dan gadis remaja lho, Genggss!

Mengutip Setu Babakan Betawi, di masa lalu kebaya encim dirancang dari kombinasi bahan lace atau brokat buatan Eropa, lalu ditutup dengan bordiran yang variasinya berbeda-beda.

Kebaya ini aslinya berukuran agak pendek meruncing ke komponen muka kebaya. Sementara komponen lengan kebaya melebar.

Bahan kebaya dibordir kerancang, dengan motif kembang pada komponen bawah kebaya dan pada pergelangan tangan.

Di masa kini, kebaya encim kian berkembang dan modelnya dimodifikasi agar menonjol modern.

Kebanyakan kebaya encim yang dijumpai di masa kini dibuat dari bahan-bahan seperti organdi, silk, brokat, sutra alam dan lainnya.

Selain itu, lazimnya dikenakan bersama rok atau celana, tak dengan sarung seperti lazimnya.

Aksesoris pemanis berupa giwang, kalung dan perhiasan peniti rante atau peniti cangkrang, dan menerapkan sandal selop tutup, serta rambut sanggul.

2. Baju Sadariah

Baju adat DKI Jakarta khas Betawi ini diperuntukkan untuk laki-laki.

Kelihatan mirip dengan pakaian koko dan terbuat dari bahan katun dengan teladan krah tinggi.

Terdapat kancing dari atas sampai bawah dan mempunyai kantong pada komponen muka pakaian, masing-masing di sisi kanan dan kiri bawah.

Ada juga pakaian sadariah yang dilengkapi belahan di sisi kanan dan kiri komponen samping pakaian, agat tak terlalu ketat dan nyaman dikenakan.

Di masa kini, pakaian sadariah dibuat dengan jenis-jenis jenis bordiran pada krah, di komponen dan tengah maupun kanan dan kiri.

Dikala dikenakan pakaian ini dilengkapi dengan kain sarung yang dilipat dan diletakkan di bahu yang dinamakan cukin.

Selain itu, menerapkan songkok atau kopiyah hitam polos, dan alas kaki selop terompah.

Orang tua yang memakainya juga kadang mengenakan akseroris seperti cincin batu-batuan dan gelang bahar.

3. Baju Demang

Demang atau istilah lainnya jas merupakan pakaian adat DKI Jakarta khas Betawi untuk dikenakan laki-laki.

Baju Demang lazimnya dipadukan dengan menerapkan kain ujung serong atau kain dengan panjang tak sampai lutut, yang disusun menyerong atau miring.

Kaum pria Betawi dan Jakarta lazimnya mengenakannya untuk menghadiri acara legal seperti pernikahan, acara kenegaraan, dan lain sebagainya.

Baju demang yang berupa jas atau beskap lazimnya dikenakan lenakap bersama songkok untuk hiasan kepala.

Ini merupakan sebuah kain samping untuk lapisan atas celana panjang, dan celana panjang hitam yang seragam dengan warna beskap.

Bila berpasangan, wanitanya mengenakan kebaya encim yang disesuikan dengan warna pakaian demang.